Tingkatkan Kemampuan Diagnosa Anda dengan Memahami DTC pada Mobil

DTC pada mobil

Automotive E-learning – Kita harus mulai terbiasa dengan istilah DTC pada Mobil. Karena dengan teknologi mobil yang semakin modern, kita dituntut untuk bisa mengakses dan memahaminya

Untuk para sahabat yang belum terlalu familiar dengan istilah tersebut, mari kita mempelajarinya disini.

Apa itu DTC pada mobil?

DTC adalah kependekan dari Diagnostic Trouble Codes. Banyak juga yang hanya menyebutnya dengan Trouble Code. Dan ada juga yang menyebutnya dengan fault code

Kurang lebih jika diartikan adalah kode-kode kerusakan pada mobil. Tentu saja bukan kode kerusakan secara mekanis. Tetapi kerusakan secara elektrik atau elektronik

Jadi ketika mobil mengalami kerusakan pada sistem elektrik/elektronik akan diinformasikan kepada kita sebagai DTC.

Pada sebagian mobil akan ditampilkan pada dashboard. Tetapi kebanyakan mobil hanya akan menyalakan lampu-lampu peringatan pada saat mesin hidup.

Misalnya lampu cek engine, lampu ABS, EPS dll.

DTC tersebut akan disimpan dalam memori masing-masing control unit sesuai dengan kode kerusakannya. Jadi jangan pernah cari DTC airbag ke control unit mesin. Walaupun sebetulnya semua control unit saling berkomunikasi sehingga terkadang saling berbagi DTC.

Berikut ini adalah contoh DTC jika terdapat masalah pada mobil

  • P0005 : Fuel shutoff valve “A” control circuit open
  • P0017 : Camshaft correlation (Bank 1 Sensor B)
  • dll

Kita juga bisa melihat sebagian daftarnya disini

Jika sudah sedikit mengerti apa itu DTC, mari kita pelajari kenapa harus ditulis dengan awalan huruf P, B, C, U, dll.

Format penulisan DTC pada mobil

Awalnya kodenya DTC hanya dua digit. Dan setiap pabrikan mempunyai daftarnya masing-masing.

Sebagai contoh pada mobil Land cruiser J100. DTC yang kami dapat adalah 14 yang keterangannya adalah Timing Control System Malfunction.

Terkadang dengan mobil masih satu pabrikan, kode yang sama artinya bisa berbeda.

Repot kan

Akhirnya setelah lahir yang namanya OBD II, banyak pabrikan sepakat dengan standarisasi kode. Jadi misal mobil Toyota mengalami masalah dengan DTC P0010, di mobil Honda artinya sama.

Walaupun kadang-kadang keterangannya tertulis sedikit berbeda.

Dan juga yang perlu kita tahu, format penulisannya diatur juga. Ada yang depannya B, P, C dan U.

Dibawah ini penjelasannya.

DTC pada mobil sesuai kodenya
  • Body (B-Codes). Apabila kita menemui kode dimulai dengan huruf B, artinya kode kerusakan yang sedang kita hadapi adalah kerusakan pada kategori body electronic yang meliputi peralatan keamanan, kenyamanan dan safety.
  • Chasis (C-Codes). Apabila kita menemui kode yang diawali huruf C, artinya kode kerusakan terjadi pada kategori chasis yang meliputi sistem suspensi, sistem rem dan sistem kemudi.
  • Powertrain (P-Codes). Apabila kita menemui kode yang diawali huruf P, artinya kode kerusakan terjadi pada kategori powertrain yang meliputi mesin, transmisi dan yang berhubungan dengan powertrain.
  • Network (U-Codes). Untuk kode ini adalah kategori kerusakan yang berhubungan dengan jaringan antar masing-masing control unit.

Membedakan Kode Generic dan Kode Spesifik dari Pabrikan

Untuk bisa membedakan apakah kode tersebut generic atau spesifik, kita bisa melihat dari digit kedua pada DTC.

Contohnya adalah P0200. Arti DTC tersebut adalah adanya kerusakan pada bagian powertrain dan merupakan kode generic (kode tersebut secara umum digunakan oleh beberapa merk mobil). Hal tersebut dapat dilihat dari angka 0 pada digit kedua.

Jika kode dimulai dengan angka 1 seperti pada kode P1604 , artinya kode tersebut adalah kode yang unik dari merk tertentu dan model tertentu. Kode tersebut tidak akan digunakan secara umum oleh pabrik lain.

Terdapat kode lain yang menggunakan angka 2 atau angka 3 yang masih agak membingungkan buat saya. Karena artinya tergantung dari sistem apa. Kurang lebih seperti tabel berikut ini.

Powertrain  Body
P0xxx – Generic B0xxx – Generic
P1xxx- Spesifik pabrik B1xxx – Spesifik Pabrik
P2xxx- Generic B2xxx – Spesifik Pabrik
P30xx-P33xx – Spesific Pabrik B3xxx – Generic
P34xx-P39xx РGeneric  
Chasis Network/ Jaringan
C0xxx – Generic U0xxx – Generic
C1xxx – Spesifik Pabrik U1xxx – Spesifik Pabrik
C2xxx – Spesifik Pabrik U2xxx – Spesifik Pabrik
C3xxx – Generic U3xxx – Generic

Pada digit ketiga DTC juga memiliki arti sebagai berikut

Digit ketiga Sistem atau sub sistem
1 Sistem bahan bakar dan udara
2 Sistem bahan bakar dan udara (kerusakan di sirkuit injektor )
3 Sistem Pengapian
4 Sistem Kontrol Emisi
5 Pengontrol kecepatan kendaraan dan pengatur idle
6 Output dari Control Unit
7 Transmisi
8 Transmisi

Sebagai contoh P04xx – artinya ada masalah pada sistem kontrol emisi. Contoh pada gambar paling atas P0299 – Turbo/Supercharge underboost.

Bagaimana Cara Mendapatkan DTC pada mobil.

Seperti yang kami bahas sebelumnya, jika salah satu lampu indikator mobil menyala saat mesin hidup artinya ada DTC pada mobil

Untuk tahu kode kerusakannya apa, kita harus menggunakan alat. Alatnya adalah scanner mobil seperti di bawah.

dtc pada mobil

Untuk cara pemakaiannya, silahkan perlajari pada materi yang sudah kami buat disini

Kita bisa nebak engga?

Sayang sekali tidak bisa. Nanti hasilnya malah ganti-ganti barang yang salah. Jadi memang harus ngumpulin buat beli.

Kan ada cara jumper.

Ga semua pabrikan bagi-bagi cara jumpernya. Pin mana yang harus di jumper juga berbeda-beda lho.

Kalau punya panduannya dan daftar kodenya silahkan di coba. Kami sendiri sudah tidak menganjurkan lagi cara seperti itu.

Salam kunci

You may also like...

2 Responses

  1. February 28, 2019

    […] Untuk kasus MIL menyala, kita harus memeriksa dengan scanner mobil dibengkel untuk mendapatkan kode kerusakannya atau Diagnostic Trouble Code (DTC). Apa itu DTC ? Silahkan baca pada artikel berikut. […]

  2. March 2, 2019

    […] Perlu di ingat P0016 adalah kode generic, jadi bisa terjadi pada banyak merk mobil. Jika masih bingung tentang maksud kode generic, silahkan pelajari Apa itu DTC pada mobil […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Sering-sering mampir ya bro !