Tingkatkan Kemampuan Diagnosa Anda dengan Memahami DTC pada Mobil

Sobat monta pernah dengar istilah DTC pada Mobil ?

Mungkin ada yang sudah sering dengar, tetapi ada juga yang belum pernah mendengar tentang DTC.

Tetapi dengan teknologi mobil yang makin modern, kita dituntut untuk tahu lho. Bahkan paham.

Jadi mari kita pelajari tentang dtc pada mobil

Apa itu DTC pada mobil?

DTC adalah kependekan dari Diagnostic Trouble Codes.

DTC juga sering disebut sebagai Trouble Code. Ada juga yang menyebutnya fault code.

Kurang lebih jika diartikan adalah kode-kode kerusakan pada mobil.

Tentu saja bukan kode kerusakan secara mekanis. Tetapi kerusakan secara elektrik atau elektronik

Jadi ketika mobil mengalami kerusakan pada sistem elektrik/elektronik yang dimilikinya akan diinfokan ke kita sebagai DTC.

Pada sebagian mobil akan ditampilkan di dashboard. Tetapi kebanyakan mobil hanya akan menyalakan lampu-lampu peringatan pada saat mesin hidup.

Misalnya lampu cek engine, lampu ABS, dll.

DTC tersebut akan disimpan dalam memori masing-masing control unit sesuai dengan kode kerusakannya. Jadi jangan cari DTC aribag ke control unit mesin.

Berikut ini adalah contoh DTC jika terdapat masalah pada mesin.

Jika mau lihat sebagian daftarnya, silahkan lihat disini

Jika sudah sedikit mengerti apat itu DTC, mari kita pelajari kenapa ko ditulis dengan awalan huru P, B, C, U, dll.

Format penulisan DTC pada mobil

Awalnya kodenya DTC itu cuma dua digit. Dan setiap pabrikan mempunyai daftarnya masing-masing.

Terkadang dengan mobil masih satu pabrikan, kode yang sama artinya bisa beda lho.

Repot kan

Akhrinya setelah lahir yang namanya OBD II, banyak pabrikan sepakat dengan satu kode. Jadi misal mobil Toyota mengalami masalah dengan DTC P0010, di honda artinya sama.

walaupun kadang-kadang deskripsinya tertulis sedikit berbeda.

Dan juga yang perlu kita tahu, format penulisannya diatur lho. Ada yang depanya B, P, C dan U.

Dibawah ini penjelasannya.

  • Body (B-Codes). Apabila montir pintar menemui kode dimulai dengan huruf B, artinya kode kerusakan yang sedang montir pintar hadapi adalah kerusakan pada kategori body electronic yang meliputi peralatan keamanan, kenyamanan dan safety.
  • Chasis (C-Codes). Apabila montir pintar menemui kode yang diawali huruf C, artinya kode kerusakan terjadi pada kategori chasis yang meliputi sistem suspensi, sistem rem dan sistem kemudi.
  • Powertrain (P-Codes). Apabila montir pintar menemui kode yang diawali huruf P, artinya kode kerusakan terjadi pada kategori powertrain yang meliputi mesin, transmisi dan yang berhubungan dengan powertrain.
  • Network (U-Codes). Untuk kode ini adalah kategori kerusakan yang berhubungan dengan jaringan antar masing-masing control unit.

Membedakan Kode Generic dan Kode Spesifik dari Pabrikan

Untuk bisa membedakan apakah kode tersebut generic atau spesifik, kita bisa melihat dari digit kedua pada DTC.

Contohnya adalah P0200. Arti DTC tersebut adalah adanya kerusakan pada bagian powertrain dan merupakan kode generic (kode tersebut secara umum digunakan oleh beberapa merk mobil). Hal tersebut dapat dilihat dari angka 0 pada digit kedua.

Jika kode dimulai dengan angka 1 seperti pada kode P1604 , artinya kode tersebut adalah kode yang unik dari merk tertentu dan model tertentu. Kode tersebut tidak akan digunakan secara umum oleh pabrik lain.

Terdapat kode lain yang menggunakan angka 2 atau angka 3 yang masih agak membingungkan buat saya. Karena artinya tergantung dari sistem apa. Kurang lebih seperti tabel berikut ini.

Powertrain  Body
P0xxx – Generic B0xxx – Generic
P1xxx- Spesifik pabrik B1xxx – Spesifik Pabrik
P2xxx- Generic B2xxx – Spesifik Pabrik
P30xx-P33xx – Spesific Pabrik B3xxx – Generic
P34xx-P39xx – Generic  
Chasis Network/ Jaringan
C0xxx – Generic U0xxx – Generic
C1xxx – Spesifik Pabrik U1xxx – Spesifik Pabrik
C2xxx – Spesifik Pabrik U2xxx – Spesifik Pabrik
C3xxx – Generic U3xxx – Generic

Pada digit ketiga DTC juga memiliki arti sebagai berikut

Digit ketiga Sistem atau sub sistem
1 Sistem bahan bakar dan udara
2 Sistem bahan bakar dan udara (kerusakan pada injektor saja)
3 Sistem Pengapian
4 Sistem Kontrol Emisi
5 Pengontrol kecepatan kendaraan dan pengatur idle
6 Output dari Control Unit
7 Transmisi
8 Transmisi

Bagaimana Cara Mendapatkan DTC pada mobil.

Seperti yang kami bahas sebelumnya, jika salah satu lampu indikator mobil menyala saat mesin hidup artinya ada DTC

Untuk tahu kode kerusakannya apa, kita harus menggunakan alat. Alatnya adalah scanner mobil seperti di bawah.

dtc pada mobil

Kita bisa nebak engga?

Sayang sekali tidak bisa. Nanti hasilnya malah ganti-ganti barang yang salah. Jadi memang harus ngumpulin buat beli.

Kan ada cara jumper.

Ga semua pabrikan bagi-bagi cara jumpernya. Pin mana yang harus di jumper juga berbeda-beda lho.

Kalau punya panduannya dan daftar kodenya silahkan di coba. Kami sendiri sudah tidak menganjurkan lagi cara seperti itu.

Salam kunci

You may also like...

2 Responses

  1. February 28, 2019

    […] Untuk kasus MIL menyala, kita harus memeriksa dengan scanner mobil dibengkel untuk mendapatkan kode kerusakannya atau Diagnostic Trouble Code (DTC). Apa itu DTC ? Silahkan baca pada artikel berikut. […]

  2. March 2, 2019

    […] Perlu di ingat P0016 adalah kode generic, jadi bisa terjadi pada banyak merk mobil. Jika masih bingung tentang maksud kode generic, silahkan pelajari Apa itu DTC pada mobil […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Sering-sering mampir ya bro !