Dasar Mesin Diesel 4 Langkah Konvensional dan Common Rail

Mesin Diesel 4 Langkah memiliki efisiensi yang lebih tinggi daripada bensin. Kalau menurut Ditemukan pada tahun 1982 oleh Rudolf Diesel. Mesin diesel banyak digunakan pada mobil truk, bus, kapal dan beberapa mobil SUV.

Tren sekarang sistem bahan bakar diesel sudah Common Rail Injection.

Tapi…

Kira-kira masih sama tidak ya cara kerjanya?

Langkah Masuk / Hisap

Keterangan gambar

1 Katup Hisap
2 Injektor
3 Katup Buang
4 Piston

Berbeda dengan mesin bensin konvensional, pada langkah hisap mesin diesel hanya udara saja yang terhisap ke dalam silinder.

Untuk piston bergerak dari TMA ke TMB dan katup hisap terbuka.

 

Langkah Kompresi

Pada saat langkah kompresi, udara dimampatkan didalam silinder dan temperatur ruang bakar bisa mencapai 400 sampai 500 derajat celcius karena perbandingan kompresi mesin diesel 2 sampai 3 kali lebih tinggi dari mesin bensin

Piston Bergerak dari TMB ke TMA dan kedua katup tertutup

 


Langkah Pembakaran

Perlu diingat bahwa pada mesin diesel pembakaran terjadi saat bahan bakar diinjeksikan dari nozzle injektor pada akhir langkah kompresi. Bahan bakar yang di injeksikan akan terbakar karena temperatur tinggi dari udara yang dikompresikan.

Ingat ya bukan dibakar oleh glow plug. Glow plug hanya pemanas awal sebelum mesin dihidupkan. Bahkan di beberapa mobil eropa, glow plug hanya berfungsi jika temperatur sekelililing di bawah 18 derajat .

Pada mobil innova, injekor menyemprot 2 kali pada satu siklus pembakaran. Jika saya lihat dari data stream dengan scanner, maka akan terlihat kapan disemprotkannya bahan bakar. Pada Common Rail versi baru, injektor bisa menyemprot 5 kali dalam 1 siklus pembakaran.


Langkah Buang

Sisa gas buang akan dikeluarkan melalui katup buang. Piston bergerak dari TMB ke TMA.

Jadi untuk mesin diesel konvensional dan mesin diesel Common Rail kerja 4 langkahnya masih sama. 

Perbedaan hanya jumlah penyemprotan bahan bakar dalam satu siklus.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Sering-sering mampir ya bro !