10 Item Pemeriksaan Sebelum Mudik atau Pergi Jauh

Sebelum melakukan perjalanan jauh, ada baiknya kita melakukan pemeriksaan sebelum mudik sendiri. Yang ringan-ringan saja.

Pemeriksaan ini juga boleh dilakukan ketika kita ingin melakukan perjalanan cukup jauh.

Berikut ini adalah pemeriksaanya

1. Perlengkapan Darurat.

persiapan sebelum mudik

Perlengkapan darurat adalah yang paling utama saat menempuh perjalanan jauh. Seperti dongkrak dan kunci roda. Tetapi ada baiknya kita juga membawa senter, kabel jumper, ataupun kabel derek. Terkadan kalau saya pribadi, mambawa kunci set untuk jaga-jaga. Siapa tahu ada yang mau minta tolong dijalan.

2. Ban

Sepertinya sepele, tetapi ban mempunyai peran yang sangat vital. Pastikan jika tekanan ban sesuai, termasuk ban cadangan ya, selain itu cek kondisi fisik ban dan velg. Pastikan apakah ban retak, aus, aus tidak merata.

Kalau saya pribadi, ban selalu saya pompa 36 psi dan untuk ban cadangan 40 psi

3. Oli Mesin

Jika oli mesin dalam kondisi kurang baik, mesin bisa saja tidak bekerja secara optimal. Untuk memastikannya, ingat-ingat kapan waktu ganti oli terakhir dan pada kilometer berapa.

Untuk memeriksa volume oli, cabut dipstick dan lap, kemudian masukkan kembali stick dan cek apakah oli cukup. Seharusnya diantara tanda F dan L.

Contoh dalam pemeriksaan ini, saya mangganti oli pada km 15.000-an dan saat ini km masih 16.728 km jika saya perhitungkan untuk mudik jakarta-kuningan-jogja masih aman.

4. Minyak Rem

Periksa minyak rem apakah masih layak atau tidak. Dan pastikan tidak berkurang. Jika berkurang ada 2 kemungkinan, pertama adalah kanvas rem tipis atau yang berbahaya adalah kebocoran minyak rem.

Jadi jangan hanya berpikir kalau kurang terus tambah ya..

Jika mau tambah minyak rem, perhatikan spek minyak remnya apakah DOT 3, DOT 4 atau DOT 4 plus.

Dan usahakan jangan campur dengan minyak rem merk lain.

5. Air Aki

pemeriksaan aki sebelum mudik

Walaupun anda menggunakan aki MF, tetaplah intip kondisi aki dari magic eye dan pastikan kondisinya apakah masih good, not good atau airnya kurang

Apalagi jika masih menggunakan aki basah, pastikan air aki tidak berkurang, level airnya harus diantara full dan low.

6. Air Radiator

Air radiator jangan sampai kurang dan kotor karena air ini yang menjaga temperatur kerja mesin terjaga. Periksa pada waktu dingin dari tabung reservoir. Jika kurang segera tambahkan dengan air coolant atau bisa juga dengan air suling.

Jangan gunakan air keran.

Jika berkurangnya banyak, kita harus waspada, jangan-jangan ada kebocoran.

Pastinya kita tidak ingin ketika melakukan perjalanan mudik, mobil overheat karena kita lupa memeriksa air.

7. Air pembersih kaca

Air pembersih kaca juga perlu kita perhatikan. Jangan sampai ketika kita ingin membersihkan kaca dengan wiper, kehabisan air pembersih kaca. Kan ga enak banget ketika kaca kelihatan berdebu sekali sampai menghalangi pandangan kita tidak bisa membersihkannya.

Isi dengan air, tetapi saya sarankan jangan menggunakan air tanah yang berkapur. Biasanya akan menyumbat saluran penyemprot. Kadang-kadang juga mempercepat motor washer mati.

Jika perlu, sekalian cek arah semprotannya benar atau tidak.

8. Minyak power steering

Jika mobil anda menggunakan power steering hidrolis, periksa kapasitasnya dan tambahkan jika perlu.

Tetapi, kembali kami ingatkan, jika berkurangnya banyak. Periksa apakah ada kebocoran dari power steering.

Untuk mobil yang menggunakan EPS (Electronic Power Steering), kita tidak perlu memeriksanya. Karena sistem kemudi ini menggunakan mekanisme motor listrik.

Ciri-ciri mobil yang menggunakan EPS, terdapat lampu indikator seperti diatas pada dashboard. Atau tulisan EPS saja. Kita bisa melihatnya ketika kunci kontak On.

9. AC

Periksa AC dingin atau tidak. Bisa kita rasakan dari grill AC. Apalagi jika kita punya thermometer. Ada baiknya ditest di tengah terik matahari.

Ada juga yang menyarankan lihat freon kurang atau tidak dari side glass yang ada di depan. Tetapi banyak mobil sudah tidak menyediakan sideglass ini.

Dan ingat-ingat kapan terakhir ganti filter AC. Karena filter yang kotor akan mengurangi hembusan udara kabin.

10. Oli transmisi otomatis

Jika mobil anda menggunakan transmisi otomatis, periksa apakah kapasitasnya cukup atau tidak.

Berbeda dengan oli mesin, sebelum mengecek oli transmisi otomatis kita harus hidupkan terlebih dahulu, sedikit operasikan P, R, D, N sebentar dan periksa dari dipstick transmisi otomatis.

Tetapi memang beberapa mobil tidak menyediakan dipstick untuk transmisi otomatis. Jadi mau tidak mau harus ke bengkel.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Sering-sering mampir ya bro !