Yang berbeda dari 12 Komponen Mesin Modern

Kenapa judulnya harus komponen Mesin Modern ?

Yang jelas, setiap pabrik mobil berlomba-lomba untuk membuat teknologi yang ramah lingkungan dan efisien.

Ketika bekerja dengan mesin modern, saya lihat terdapat banyak sekali pengembangan komponen yang mungkin kita anggap perubahan sederhana tetapi sangat berpengaruh.

Contoh nyatanya adalah mesin dengan bahan aluminium, hampir kebanyakan mekanisme katup sudah menggunakan variable valve (pembukaan katup yang diatur) seperti VVT, VTEC, dll

Diatas baru 2 contoh saja, agar kita bisa mempelajari lebih banyak, mari kita pelajari 12 komponen mesin modern.

1. Blok Mesin / Blok Silinder

Blok silinder adalah komponen utama mesin dan komponen yang sangat vital. 

Di dalam blok silinder terjadi pembakaran yang panas, gesekan dengan piston karena sebagai tempat naik turun piston, dll. 

Blok silinder
1. Cylinder Bore, 2. Water Jacket, 3. Rib, 4. Crankshaft position

Blok diatas adalah contoh pada mesin BMW.

Masa sekarang ini, blok mesin bukan lagi dibuat dari besi tuang, tetapi aluminium dan pada permukaannya di proses dengan teknologi tertentu

Mungkin ada yang pernah dengar Diasil pada motor yamaha? Atau istilah lain seperti Alusil, Lokasil atau juga Nikasil, dll.

Beberapa teknologi diatas adalah proses pengerasan dengan campuran beberapa bahan. Dengan teknologi diatas, umumnya piston tidak bisa diganti dengan diameter yang lebih besar atau dikenal dengan istilah oversize. Jika terjadi kerusakan, harus kembali ke diameter standar.

Berdasarkan susunannya, terdapat tiga tipe mesin.

Untuk bagian liner silinder (cylinder bore) diperkuat dengan teknologi pengerasan khusus. A

  • Tipe In-line
  • Tipe V
  • Tipe boxer

 

2. Kepala Silinder

Kepala silinder ditempatkan diatas blok silinder. Pada kepala silinder terdapat ruang bakar dan katup-katup. Kepala silinder harus tahan terhadap temperatur dan tekanan yang tinggi selama mesin bekerja. 

mekanisme katup
Source : Mercedes

Keterangan

  1. Exhaust Camshaft (Poros nok masuk)
  2. Intake Camshaft (Poros nok buang)
  3. Intake Valve (Katup Masuk)
  4. Fuel Injector (Injektor Bahan bakar)
  5. Exhaust Valve (Katup Buang)
  6. Spark Plug (Busi)

3. Piston (Torak)

Piston bergerak naik turun didalam silinder untuk melakukan langkah hisap, kompresi, usaha dan buang. Fungsi utama piston adalah untuk menerima tekanan pembakaran dan meneruskan tekanan untuk memutar crankshaft melalui connecting rod.

piston / torak

Keterangan 

  1. Head (kepala piston)
  2. Compression Ring grooves (Jalur untuk ring piston)
  3. Oil ring groove (Jalur pelumas pada ring piston)
  4. Piston pin hole (lubang pen piston)

 4. Ring Piston

Ring piston mempunyai 3 peran penting: Pertama, mencegah kebocoran campuran udara- bahan bakar dengan gas pembakaran yang melalui celah antara piston dan dinding silinder, ke dalam crank case selama langkah kompresi dan langkah usaha

Kedua, mencegah oli yang melumasi piston dan silinder masuk kedalam ruang bakar

Ketiga, memindahkan panas dari piston ke dinding silinder untuk membantu mendinginkan piston.

5. Piston Pin

Piston pin menghubungkan piston dengan bagian ujung yang kecil  (small end) pada connecting rod atau yang biasa kita sebut stang piston. Dan meneruskan tekanan pembakaran yang berlaku pada piston ke stang piston

6. Connecting Rod

Connecting rod menghubungkan piston ke crankshaft dan selanjutnya meneruskan tenaga yang dihasilkan oleh piston ke crankshaft

Penting

Connecting rod harus dipasang sesuai tanda. Bila salah pemasangan akan menutup lubang oli. Untuk mencegah hal ini, tiap connecting rod terdapat tanda.

7. Crankshaft

Crankshaft berfungsi untuk merubah tenaga bolak-balik piston menjadi putaran. Sehingga bisa disalurkan sampai ke roda melalui mekanisme pemindah tenaga. 

Pada mesin bensin 4 langkah, crankshaft berputar dua kali untuk menyelesaikan satu siklus kerja (hisap, kompresi, usaha, buang). Dalam mesin 4 langkah pembakaran terjadi satu kali setiap berputar dua kali (720 derajat).

8. Flywheel (Roda Penerus)

Flywheel berfungsi untuk menyimpan tenaga putar selama langkah lainnya, kecuali langkah usaha. Oleh karena itu crankshaft bisa berputar terus menerus.

9. Balancer Shaft

Balancer shaft ini berfungsi untuk mengurangi getaran poros engkol yang diakibatkan momen inersia kerena gerakan piston, connecting rod dan transmisi

10. Gasket & Seal

Gasket kepala silinder terletak antara blok silinder dan kepala silinder, fungsinya untuk mencegah kebocoran gas dan pembakaran, air pendingin dan oli.

11. Mekanisme Katup

Pada mesin 4 langkah, gas masuk dan keluar dari silinder melalui katup hisap dan katup buang. Tentu saja berdasarkan waktu tertentu. Mekanisme katup mengatur pembukaan dan penutupan katup-nya tepat. 

mekanisme katup

Keterangan

  1. C
  2. Timing Belt
  3. Timing Belt Tensioner
  4. Idler Pully
  5. C
  6. Katup Masuk
  7. Katup Buang
  8. Intake Camshaft
  9. Exhaust Camshaft

Mekanisme katup ini dirancang sedemikian rupa sehingga camshaft berputar satu kali dan crankshaft berputar dua kali untuk menggerakkan katup masuk dan katup buang.

Pada mesin modern pada mekanisme katup ditambahkan sistem untuk mengatur waktu pembukaan katup dan besarnya pembukaan katup.

12. Camshaft

Camshaft dilengkapi dengan sejumlah cam (nok) yang berfungis untuk membuka dan menutup katup sesuai waktu yang ditentukan.

Terdapat beberapa profil camshaft yang memiliki keunggulan masing-masing contohnya sebagai berikut.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Sering-sering mampir ya bro !